psikoterapi



PSIKOTERAPI



A. Pengertian psikoterapi
            Pengertian psikoterapi dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sederhananya : jiwa dan “therapy” dari bahasa Yunani yang berarti “merawat”atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang”. Dalam Oxford English Dictionary, perkataan “psychotherapy” tidak tercantum, tetapi ada perkataan “psychotherapeutic” yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis. Psikoterapi adalah proses formal dari interaksi antara dua pihak, setiap pihak biasanya terdiri dari satu orang, tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada setiap pihak, dengan tujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan pada salah satu dari kedua pihak.
B. Tujuan psikoterapi
            Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamika menurut Ivey, et al (1987) adalah: membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
            Corey (1991) merumuskan tujuan psikoterapi pada pendekatan terpusat pada pribadi dengan: untuk memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenali hal-hal yang mencegah pertumbuhannyadan bisa mengalami aspek-aspek pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat. Untuk memungkinkannya berkembang ke arah keterbukaan, memperkuat kepercayaan diri kemauan melakukan sesuatu dan meningkatkan spontanitas dan kesegaran dalam hidupnya.
C. Unsur psikoterapi
Masserman (dalam Mujib, 2002) melaporkan delapan ‘parameter pengaruh’ dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu :
1.      Peran sosial (martabat)
2.      Hubungan psikoterapeutik
Seorang terapis mendengarkan dengan penuh perhatian. Kemudian terapis menyampaikan pemahamannya terhadap klien atau bertindak untuk menghilangkan penderitaan klien pada saat yang tepat.
3.         Psikoterapi sebagai kesempatan untuk belajar kembali
Menurut Korchin kepercayaan terhadap tindakan terapis sangat dibutuhkan agar menghasilkan kondisi-kondisi untuk belajar kembali. Seorang klien member kepercayaan bersama dengan ketidakpuasan dan keinginan untuk berubah.
4.      Motivasi, kepercayaan dan harapan
Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam psikoterapi. Klien mengetahui bahwa dirinya dapat mepercayai otoritas terapis. Dan dirinya akan diperlakukan dengan penuh hormat, oleh karena itu klien dapat mengungkapkan pikirannya secara terbuka tanpa adanya penolakan. Sedangkan harapan dan ketakutan dapat sesekali menyelimuti klien ketika hendak melakukan psikoterapi.
5.      Hak
6.      Retrospeksi
7.      Reduksi
8.      Rehabilitasi

D. Perbedaan psikoterapi dan koseling
            Konseling dan psikoterapi dapat dipandang berbeda lingkup pengertian antara keduanya. Istilah “psikoterapi” mengandung arti ganda. Pada satu segi, ia menunjuk pada sesuatu yang jelas, yaitu satu bentuk terapi psikologi. Tetapi pada lain segi, ia menunjuk pada sekelompok terapi psikologis, yaitu suatu rentangan wawasan luas tempat hipnotis pada satu titik dan konseling pada titik lainnya. Dengan demikian, konseling merupakan salah satu bentuk psikoterapi. Konseling lebih terfokus pada konseren, ikhwal, masalah, pengembangan-pendidikan-pencegahan. Sedangkan psikoterapi lebih memokus pada konseren atau masalah penyembuhan-penyembuhan-pengobatan..




Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone dan Patterson (dalam Gunarsa, 2007) adalah :
Konseling untuk :
1.      Klien
2.      Gangguan yang kurang serius
3.      Masalah : jabatan, pendidikan, dll
4.      Berhubungan dengan pencegahan
5.      Lingkungan pendidikan dan nonmedis
6.      Berhubungan dengan kesadaran
7.      Metode pendidikan
Psikoterapi untuk
1.      Pasien
2.      Gangguan yang serius
3.      Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4.      Berhubungan dengan penyembuhan
5.      Lingkungan medis
6.      Berhubungan dengan ketidaksadaran
7.      Metode penyembuhan

 E.  Pendekatan psikoterapi terhadap mental ilnes
Ada banyak  metode yang bisa digunakan untuk terapi. Metode itu merupakan hasil pemikiran dan penelitian para pakar psikologi. Dari sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan (dalam Luddin, 2010) yaitu:
1.      Psychoanalysis & Psychodynamic
Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. 
2.      Behavior Therapy
Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan behavior therapy adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical conditioning” atau “associative learning”. Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi).
Tokoh lain dalam pendekatan Behavior Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan menghindari hukuman.
3.      Cognitive Therapy
Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tujuan utama dalam pendekatan cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional.
4.      Humanistic Therapy
Terapi Humanistik, psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan , bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.  
5.      Integrative / Holistic Therapy
Mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja. Oleh karena itu, menggunakan beberapa metode psikoterapi dan beberapa pendekatan sekaligus untuk membantu klien. Hal ini disebut Integrative Therapy atau Holistic Therapy, yaitu suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.

F.  Bentuk utama psikoterapi
Sampai saat ini, sebagaimana dikemukakan Atkinson (dalam Maulany, 1994) terdapat enam teknik atau bentuk utama psikoterapi yang digunakan oleh para psikiater atau psikolog, antara lain:
1.       Teknik Terapi Psikoanalisa
Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psiko-analisis Freud. Menurutnya, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, chatarsis, asosiasi bebas, dan analisa mimpi. Teknik freud ini selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.
2.      Teknik Terapi Perilaku
Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu, antara lain desensitisasi, sistematik, flooding, penguatan sistematis, pemodelan, pengulangan perilaku yang pantas dan regulasi diri perilaku.
3.      Teknik Terapi Kognitif Perilaku
Terapis membantu individu mengganti interpretasi yang irasional terhadap suatu peristiwa dengan interpretasi yang lebih realistik.
4.      Teknik Terapi Humanistik
Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesunguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal (client-centered-therapy). Gangguan psikologis diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau orang lain.
5.      Teknik Terapi Eklektik atau Integratif
Yaitu memilih teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu. Terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik, seperti alkoholisme, disfungsi seksual, dan depresi.
6.      Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga
Terapi kelompok adalah teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedang terapi keluarga adalah bentuk terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau hubungan arang tua-anak, untuk mempelajari cara yang lebih efektif, untuk berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.

 DAFTAR PUSTAKA


Gunarsa, S. D. (2004). KONSELING DAN PSIKOTERAPI. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarsa, Singgih D (2007). Konseling dan psikoterapi. In http://books.google.co.id/books?id =vjvjGDxJi4C&pg=PA85&lpg=PA85&dq=perbedaan+psikoterapi+dengan+konseling&source=bl&ots=nxgmJh_-5n&sig=QALpK3MKUqTTVXsBjd_mAmaEnY&hl= en&sa=X&ei=3wZDUbjzH9HHrQe78IHQDA&redir_esc=y#v=onepage&q=perbedaan%20psikoterapi%20deng (p. 85). Jakarta: BPK Gunung Mulia. Di akses pada : 15 Maret 2013 pukul : 21.07 WIB
Luddin, M.Pd.,Phd, Drs. Abu Bakar;. (2010). Dasar-dasar Konseling. In http://books.google.co.id/books?id=9sAhB9IYfNYC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false (p. 16). Bandung: Citapustaka Media Perintis. Di akses pada : 15 Maret 2013 pukul : 20.00 WIB
Maulany, dr.R F;. (1997). BUKU SAKU PSIKIATRI. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

           

Komentar mengenai film

Kali ini saya akan membahas tentang film-film yang tadi saya lihat bersama teman-teman di kampus.Menurut saya film tadi sangat bagus memberikan motifasi bagi yang melihat,mendapat banyak pelajaran tentang bagaimana menghargai orang lain,menghormati orang tua dan peduli terhadap sekeliling kita.Bagaimana seharusnya kita bersikap pada orang tua,harus lebih banyak bersyukur atas apa yang allah berikan kepada kita.Jangan mudah menyerah atas apa yang kita alami,karna di luar sana masih banyak yang kurang beruntung dari kita.Jaga dan hormati orang tua kita selagi mereka masih bersama kita.Dulu mungkin saya hanya selalu melihat keatas terus atau melihat orang yang lebih dari pada saya dan itu gk akan ada habisnya.tapi setelah saya melihat orang-orang tadi saya menjadi lebih bersyukur apa yang saya punya sekarang.Dan saya percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan masalah diluar kendali manusia

Manusia memang tidak pernah ada puasnya,termaksut saya.Tapi setelah menonton film tadi saya sadar kita hidup di dunia tidak selamanya,film yang menceritakan tentang kecelakaan tadi dan melihat orang tua kita tertabrak di depan mata kita.Membuat saya sadar bahwa kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dengan kita ke depannya,dan berusaha untuk lebih menghargai apapun yang saya miliki terutama waktu karna itu tidak bisa di putar kembali.

Sekian komentar saya tentang film yang saya saksikan.

KESEHATAN MENTAL

KESEHATAN MENTAL

1.Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya?
Definisi sehat
                Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Askes,Taspen dan Jamsostek .Golongan masyarakat yang dianggap “teranaktirikan” dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang.Dalam pelayannan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berehubung dalam manajmen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, teteapi juga sifat yang khusus dari pelayanan itu sendiri.
                Pengertian mengenai kesehatan umumnya dimengerti sebagai hal yang bersifat fisik dan kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat mental bisa dipahami karena hal-hal fisik lebih mudah diamati karena tampak dalam realita sehingga lebih mudah disadari oleh individu dibanding hal yang bersifat psikis Selain itu dalam sejarahnya, manusia memeng lebih berjuang untuk membebaskan diri dari segala bentuk penyakit-penyakit fisik, karena penyakit fisik sangat jelas sekali mempengaruhi kualitas kehidupan dibanding hal-hal yang bersifat psikologis.

Konsep sehat
                Memahami konsep sehat tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan.Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengaruhi oleh peradaban.Selain itu treatmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut.Budaya Barat dan Timur tenyata memiliki perbedaan yang mendasar mengenai konsep sehat-sakit.perbedaan ini kemudian mempengaruhi sistem pengobatan di kedua kebudayaan.Akibatnya, pandangan mengenai kesehatan mental juga berbeda.Namun dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang membuat relasi antar manusiasemakin mengglobal, pertemuan antara kedua budaya ini tidak lagi dapat dihindari sehingga sekarang ini ditemui berbagai cara penanganan kesehatan yang mencoba mengintegrasikan sistem pengobatan antara kedua kebudayaan.
               
Ternyata budaya mempengaruhi konsep mental juga.WHO mendefinisikan kesehatan sebagai ‘keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas penyakit, cacat dan kelemahan” (Smet, 1994).Pengertian tersebut menyebabkan kebijakan dibidang kesehatan mengalami perubahan.Dulu segala upaya dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan atau mengobati penyakit.Penelitian dan temuan-temuan teknologi diupayakan kearah penyembuhan.Akibatnya, berbagai teknologi moderen diketemukan sehingga berbagai macam penyakit dan gangguan lainnya bisa diatasi.Sekarang ini usaha-usah tersebut mengalami pergeseran.Upaya kesehatan saat ini mengarah kepada usaha pencegahan terhadap kemungkinan menurunnya kualitas hidup individu sehingga kondisi sehat bisa dijaga sedemikian rupa dan penyakit tidak sampai dialami oleh individu.

2.Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?
                Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran.Ini terutama masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat.Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif  mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatam mental seringkali tidak terdeteksi, sekalipun orang anggota keluarganya sendiri.Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah-laku yang mengindikasikan ganggua mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
                Khusus untuk masyarakat indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius.Krisis yang saat ini belum melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan.Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat.Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan dibidang kesehatan mental.
                Sejarah kesehatan mental dari tahun 1600án sampai 1997 mengalami perubahan sedikit demi sedikit.Terutama pada padangan masyarakat terhadap penyakit gangguan mental.

A.Gangguam mental tidak dianggap sebagai sakit

Tahun 1600 dan sebelumnya
Menurut orang Indian, orang yang mengalami gangguam mental dengan memanggil kekuatan sepiritual dan menjalani ritual penebus dan penyucian.Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar.

Tahun 1692
Mendapatkan pengaruh para imigran dari eropa yang beragama Nasrani,di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena sihir atau guna-guna atau dirasuki setan.Ini merupakan penjelasaan yang diterima secara umum sehingga masyarakat takut dan membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.
B.Gangguan mental dianggap sebagai sakit

Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengn sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.Pada saat ini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, yaitu dengan memberikan penjelasan masalah kejiwaan sebagai akibat gangguan yang terjadi ditubuh.

Tahun 1812
Pada masa ini tumbuh kepercayaan bahwa penanganan di rumah sakit jiwa merupakan hal yang benar dan cara ilmiah untuk menyembuhkan kegilaan.

Tahun 1843
Kurang lebih terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.

Tahun 1908
Pada masa ini menyebarnya visi mengenai gerakan kesehatan mental. Clifford Beers mendirikan Masyarakat Connecticut untuk Mental Hygiene yang kemudian berubah menjadi Komite Nasional untuk Mental Hygiene yang merupakan pendahulu Asosiasi Kesehatan Mental Nasional sekarang ini.

Tahun 1909
Sigmund Freud mengunjungi Amerika dan mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester Massachusetts

Tahun 1910
Emil Kraepelin pertama kali mengambarkan penyakit Alzheimer.
              
 Gangguan memtal dianggap sebagai sakit terus berkembang sampai tahun1960-an.Kemudian yang selanjutnya adalah gangguan mental dianggap sebagai bukan sakit berkembang dari tahun 1961-1980.Yang selanjutnya adalah melawan diskriminasi terhadap gangguan mental berkembang dari tahun 1990-1997.

3.Bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang?
A.Jelaskan menurut perkembangan Erikson!
                Teori perkembangan Erik H. Erikson sangat dipengaruhioleh psikoanalisa Freud (dalam Irwanto, 1996).Beliau tidak mendasrkan teori perkembangannya dari libido, melainkan pada pengaruh sosial budaya dilingkungan individu.selain itu, Erikson masih memakai konsep-konsep naluri Freud yang dibentangkannya pada dua titik ekstrim (positif-negatif) sebagai suatu konflik yang diungkap dengan kata “venus” yang bukan berarti “lawan”.Konflik ini menimbulkan suatu krisis.Terselesaikannya krisis itu, akan mempengaruhi perkembangan individu.Bagi Erikson, krisis bukan merupakan malapetaka, tetapi suatu titik tolak perkembangan psikososial Erikson dibagi menjadi delapan tahapan.

1.Basic Trust vs Basic Mistrust (0-1 tahun)
                Kebutuhan akan rasa aman dan ketidak berdayaan menyebabkan konflik yang dialami oleh anak dalam tahap ini adalah  basic trust vs basic mistrust.Bila rasa aman dipenuhi, maka anak akan mengembangkan dasar-dasar kepercayaan pada lingkungan.Sebaliknya, bila anak selalu terganggu, tidak pernah merasakan kasih sayang dan rasa aman, anak akan mengembangkan perasaan tidak percaya pada lingkungan.Ibu memainkan peran penting

2.Autonomy vs Shame & Doubt (2-3 thun)
                Organ-organ tubuh masa usia ini sudah lebih masak dan terkoordinasi.anak dapat melakukan aktivitas secara lebih meluas dan bervariasi oleh karena itu konflik yang dihadapi anak dalam tahap ini adalah mandiri vs perasaan malu dan ragu-ragu.pengakuan, pujian, perhatian serta dorongan akan menimbulkan perasaan percaya diri, memperkuat egonya.Bila sebaliknya yang terjadi, maka akan berkembang perasaan ragu-ragu.kedua orang tua merupakan obyek sosial terdekat bagi anak.

3.Initiative vs Guilt (3-6 tahun)
                Bila pada tahp sebelumnya anak mengembangkan perasaan percaya diri dan mandiri, maka ia akan berani mengambil inisiatif, yaitu perasaan bebas untuk melakukan segala sesuatu atas kehendak sendiri.tetapi bila pada tahap sebelumnya ia mengembangkan perasaan ragu-ragu, maka ia akan selalu merasa bersalah.ia tidak berani melakukan sesuatu atas kehendak sendiri.

4.Industry vs Inferiority (6-11 tahun)
                Konflik yang dihadapi pada tahap ini adalah perasaan sebagai seseorang yang mampu vs perasaan rendah diri.Bila kemampuan untuk menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan dihargai (misalnya sekolah), maka akan berkembang rasa gairah untuk terus lebih produktif.Sedang bila sebaliknya yang dialami anak, maka timbul perasaan rendah diri.

5.Identity vs Role Confusion (mulai 12 tahun)
                Kkonflik yang dihadapi pada tahapan ini adalah perasaan menemukan dirinya sendiri vs kekaburan peran.Bila ia berhasil melalui tahap-tahap sebelumnya, maka ia akan menemukan dirinya.Bila sebaliknya yang terjadi ia akan merasakan kekaburan peran.

6.Intimacy vs Isolation
                Individu sudah mulai mencari-cari pasanagan hidup.Oleh karena itu, konflik yang dihadapi adalah kesiapan untuk berhubungan secara akrab dengan orang lain vs perasaan terkuat.seseorang yang berhasil membagi kasih sayang dan perhatian dengan orang lain akan mendapatkan perasaan kemesraan dan keintiman.sedang yang tidak dapat membagi kasih sayang akan merasa tersaing atau terkecil.

7.Generativity vs Self-absorbtion
                Krisis yang dihadapi individu pada masa ini adalah adanya tuntutan untuk membantu orang lain diluar keluarganya, pengabdian masyarakat, dan manusia pada umumnya.pengalamannya dimasa lalu dapat menyebabkan individu mampu berbuat banyak bagi kemanusiaan, khusnua bagi generasiyang akan datang.Tetapi bila dalam tahap-tahap yang silam iamemperoleh banyak pengalaman negatif, maka ia makin terkurung dalam kebutuhan dan persoalannya sendiri.

8.Ego Integrity vs Despair
                Memasuki masa ini, individu akan menengok masa lalu.Kepuasan akan prestasi, dan tindakan-tindakannya di masa lalu akan menimbulkan perasaan puas.Bila ia merasa semuanya belum siap dan gagal, akan timbul kekecewaan yang mendalam.

B.Menurut teori perkembangan kepribadian Sigmund Freud

Kepribadian berkembang sebagai respon sebagai empat sumber tegangan pokok, yaitu:
A.Proses-proses pertumbuhan fisiologis
B.Frustasi-frustasi
C.Konflik-konflik
D.Ancaman-ancaman
                Menurut Sigmund Freud (1856-1939)fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido.Libido ini merupakan energi psikis yang bersifat seksual (diartikan secara luas sebagai dorongan kehidupan) dan sudah ada sejak bayi.Setiap tahap perkembangan ditadai dengan berfungsinya dorongan-dorongan tersebut pada daerah tubuhtertentu.Freud membagi perkembangan manusi menjadi 6 fase.

1.Fae Oral (0-1 tahun)
                Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatanyang bersumber pada mulutnya.Hubungan sosial lebih bersifat fisik, seperti makan atau minum susu.Objek terdekat adalah ibu.terutama saat menetek.

2.Fase Anal (1-3 tahun)
                Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di daerah anus, terutama saat buang air besar.Inilah saat yang paling tepat untuk mengajar disiplin pada anak (temasuk toilet training).pada masa ini anak sudah menjadi individu yang mampu bertanggung jawab atas beberapa kegiatan tertentu.

3.Fasa Falik (3-5 tahun)
                Anak memindahkan pusat kepuasannya pada daerah kelamin.Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan.Pada anak laki-laki keterdekatan pada ibunya menimbulkan gairah seksual dan perassan cinta yang disebut Oedipus Kompleks.

4.Fse Laten (5-12 tahun)
Ini adalah masa tenang, walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif.kecemasan dan ketakutan yang timbul pada masa-masa sebelumnya ditekan.Anak laki-laki lebih banyak bergau dengan teman sejenis, demikian pula wanita.Oleh karena itu, fase ini disebut jugaperiode homoseksual alamiah.Anak mencari figur ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.

5.Fase Genital (12 tahun keatas)
                Alat-alat reproduksi sudah mulai masak, pusat kepuasaanya berada pada daerah kelamin.Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungn-hubungan heteroseksual.Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orng lain yang berlawan jenis.Pengalaman-pengalaman di masa lalu menjadi bekal yang amat berpengaruh pada remaja yang sedang menapak kedunia dewasa, dunia karir, dan dunia rumah tangga.

4.jelaskan apa itu kepribadian sehat!
                Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar  kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi.orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadr dan tingkah laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka.Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa yang neurotis.Akan tetapi individu-individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.

Daftar Pustaka
Siswanto.2007.Kesehatan mental,konsep,cakupan & perkembangannya.Yogyakarta:Andi
Schultz,duane.Psikologi pertumbuhan .Yogyakarta.Kanisius
Dwi Riyanti, B.P., Prabowo, H., Puspitawati, I. 1996. Psikologi Umum 1. Jakarta:Gunadarma

DIMENSI DAN SEJARAH KESEHATAN MENTAL

KESEHATAN MENTAL

1.Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya?
Definisi sehat
                Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Askes,Taspen dan Jamsostek .Golongan masyarakat yang dianggap “teranaktirikan” dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang.Dalam pelayannan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berehubung dalam manajmen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, teteapi juga sifat yang khusus dari pelayanan itu sendiri.
                Pengertian mengenai kesehatan umumnya dimengerti sebagai hal yang bersifat fisik dan kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat mental bisa dipahami karena hal-hal fisik lebih mudah diamati karena tampak dalam realita sehingga lebih mudah disadari oleh individu dibanding hal yang bersifat psikis Selain itu dalam sejarahnya, manusia memeng lebih berjuang untuk membebaskan diri dari segala bentuk penyakit-penyakit fisik, karena penyakit fisik sangat jelas sekali mempengaruhi kualitas kehidupan dibanding hal-hal yang bersifat psikologis.

Konsep sehat
                Memahami konsep sehat tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan.Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengaruhi oleh peradaban.Selain itu treatmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut.Budaya Barat dan Timur tenyata memiliki perbedaan yang mendasar mengenai konsep sehat-sakit.perbedaan ini kemudian mempengaruhi sistem pengobatan di kedua kebudayaan.Akibatnya, pandangan mengenai kesehatan mental juga berbeda.Namun dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang membuat relasi antar manusiasemakin mengglobal, pertemuan antara kedua budaya ini tidak lagi dapat dihindari sehingga sekarang ini ditemui berbagai cara penanganan kesehatan yang mencoba mengintegrasikan sistem pengobatan antara kedua kebudayaan.
               
Ternyata budaya mempengaruhi konsep mental juga.WHO mendefinisikan kesehatan sebagai ‘keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas penyakit, cacat dan kelemahan” (Smet, 1994).Pengertian tersebut menyebabkan kebijakan dibidang kesehatan mengalami perubahan.Dulu segala upaya dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan atau mengobati penyakit.Penelitian dan temuan-temuan teknologi diupayakan kearah penyembuhan.Akibatnya, berbagai teknologi moderen diketemukan sehingga berbagai macam penyakit dan gangguan lainnya bisa diatasi.Sekarang ini usaha-usah tersebut mengalami pergeseran.Upaya kesehatan saat ini mengarah kepada usaha pencegahan terhadap kemungkinan menurunnya kualitas hidup individu sehingga kondisi sehat bisa dijaga sedemikian rupa dan penyakit tidak sampai dialami oleh individu.

2.Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?
                Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran.Ini terutama masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat.Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif  mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatam mental seringkali tidak terdeteksi, sekalipun orang anggota keluarganya sendiri.Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah-laku yang mengindikasikan ganggua mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
                Khusus untuk masyarakat indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius.Krisis yang saat ini belum melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan.Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat.Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan dibidang kesehatan mental.
                Sejarah kesehatan mental dari tahun 1600án sampai 1997 mengalami perubahan sedikit demi sedikit.Terutama pada padangan masyarakat terhadap penyakit gangguan mental.
A.Gangguam mental tidak dianggap sebagai sakit
Tahun 1600 dan sebelumnya
Menurut orang Indian, orang yang mengalami gangguam mental dengan memanggil kekuatan sepiritual dan menjalani ritual penebus dan penyucian.Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar.
Tahun 1692
Mendapatkan pengaruh para imigran dari eropa yang beragama Nasrani,di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena sihir atau guna-guna atau dirasuki setan.Ini merupakan penjelasaan yang diterima secara umum sehingga masyarakat takut dan membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.
B.Gangguan mental dianggap sebagai sakit
Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengn sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.Pada saat ini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, yaitu dengan memberikan penjelasan masalah kejiwaan sebagai akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
Tahun 1812
Pada masa ini tumbuh kepercayaan bahwa penanganan di rumah sakit jiwa merupakan hal yang benar dan cara ilmiah untuk menyembuhkan kegilaan.
Tahun 1843
Kurang lebih terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
Tahun 1908
Pada masa ini menyebarnya visi mengenai gerakan kesehatan mental. Clifford Beers mendirikan Masyarakat Connecticut untuk Mental Hygiene yang kemudian berubah menjadi Komite Nasional untuk Mental Hygiene yang merupakan pendahulu Asosiasi Kesehatan Mental Nasional sekarang ini.
Tahun 1909
Sigmund Freud mengunjungi Amerika dan mengajar psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester Massachusetts
Tahun 1910
Emil Kraepelin pertama kali mengambarkan penyakit Alzheimer.
                Gangguan memtal dianggap sebagai sakit terus berkembang sampai tahun1960-an.Kemudian yang selanjutnya adalah gangguan mental dianggap sebagai bukan sakit berkembang dari tahun 1961-1980.Yang selanjutnya adalah melawan diskriminasi terhadap gangguan mental berkembang dari tahun 1990-1997.

Daftar Pustaka
Siswanto.2007.Kesehatan mental,konsep,cakupan & perkembangannya.Yogyakarta:Andi

Menganalisis karakter seseorang dari Facebook

Pada kesempatan kali ini saya akan menganalisis tentang karakter seseorang dari fotonya.Disini saya memeng belum ahli untuk menganalisis seseorang,setidaknya saya akan mencobanya.


Sangat beragam foto yang ditampilkan seseorang di social network.Saya akan menganalisis seseorang yang menampilkan fotonya di Facebook.Yang akan saya analisa bernam Dimas.Dia seorang pelajar di salah satu SMA Negeri di Bekasi.


Disini saya menyimpulkan bahwa, dimas ini sering berkumpul dengan teman - temannya, cowok yang suka memajang foto bersama teman - tamannya merupakan cowok yang sangat mementingkan pertemanan. Tipe orang seperti ini biasanya mudah bergaul dengan lingkungan baru.Dimas juga orang yang senang berpergian dengan temn-temannya tersebut.

Berikut ini beberapa foto yang menjukkan bahwa dia senang berkumpul dengan teman-temannya :






Dari foto diatas saya dapat melihat bahwa dia seorang yang mementingkan pertemanan,dan dia juga seorang yang memandang teman itu sangat penting.Dengan mempunyai banyak teman juga dapat mendapatkan informasi dan wawasan yang beragam.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "seribu kawan masih kurang, satu musuh kebanyakan" .Ini berarti bahwa jika kita memiliki banyak teman mak kita akan mendapatkan banyak manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga kita diharapak berteman dengan orang banyak.Disisi lain kita juga harus menghindari permusuhan dari orang lain karena hanya mendatangkan kerugian bagi kita

Demikian analisis yang dapat saya buat.mahon maaf apabila ada kesalahan dalam tulisan ini.

PENGALAMAN TENTANG INTERNET DAN MANFAAT INTERNET



Manfaat internet yang bagaimana yang bisa kita peroleh dari kemajuan teknologi ini. Manfaat internetdewasa ini terasa semakin berperan penting dan sangat luas cakupannya. Bila pada sekitar 10 tahun yang lalu, manfaat internet lebih banyak digunakan oleh kalangan perkantoran dan bisnis, sekarang boleh dikatakan internet menjadi hal wajib bagi berbagai kalangan dan sebagian besar kalangan muda terutama

Manfaat internet yang bisa kita ambil, terutama untuk kalangan muda.

DAMPAK NEGATIF:
Media sosial atau jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Friendster juga seperti game online. Bisa membuat kecanduan dan lupa, bahkan jejaring sosial Facebook sudah banyak menelan korban kejahatan dengan berbagai cara yang dilakukan pelakunya untuk menjerat korbannya. 
Penipuan lewat internet, ini juga yang paling banyak ditanyakan, marak terjadi dan banyak yang menjadi korban. Layanan online bisa menjadi sarana untuk pelaku tindak kejahatan apapun namanya, untuk menjerat sasaran penipuan.

DAMPAK POSITIF:
Menambah wawasan dan pengetahuan dari berbagai bidang dari seluruh dunia. Bagi para pelajar juga sangat banyak manfaat yang bisa diambil, banyak informasi yang berkaitan dengan pelajaran yang bisa didapat 
di internet, dan tidak diperoleh di bangku sekolah karena keterbatasan waktu mengajar guru. Bukan sekedar prestasi di sekolah yang harus dikejar, hanya semata-mata mengejar nilai bagus di atas kertas, tanpa tahu harus bagaimana kedepannya. Dengan banyaknya wawasan yang didapat dari internet, akan membuka jalan pikiran yang lebih luas dan maju. 
Mendapatkan banyak ide baru yang segar dan mempunyai prospek yang bagus di masa depan. Melepaskan pola pikir yang terkukung dan terpaku. Melihat informasi kemajuan-kemajuan yang dicapai negara lain secara 
cepat, melihat kesuksesan orang lain, tips dan triknya, yang bisa menjadi pemacu semangat belajar dan berusaha. 

Menurut saya, Internet itu selain sebagai sarana Hiburan, juga merupakan Sarana Pembelajaran, seperti yang sudah kite ketahui bahwa Internet adalah sarana pecarian Informasi sebanyak-banyaknya. Misalnya saja kita diberikan tugas sekolah yang mungkin jawabanya sulit kita temukan di buku, kita dapat dengan mudah mencarinya di Internet.
Internet sangat berguna di Zaman yang modern sekarang khususnya di Negara-Negara berkembang.
Selain sebagai sarana Pembelajaran, saya juga setuju bahwa Internet dapat digunakan sebagai sarana Hiburan, antara lain kita bisa maen games di Internet.
Lebih baik INternet di gunakan dengan sebaik-baiknya, jangan disalahgunakan.


Sumber: google

PENGALAMAN TENTANG INTERNET DAN MANFAAT INTERNET

Manfaat internet dewasa ini terasa semakin berperan penting dan sangat luas cakupannya. Bila pada sekitar 10 tahun yang lalu, manfaat internet lebih banyak digunakan oleh kalangan perkantoran dan bisnis, sekarang boleh dikatakan internet menjadi hal wajib bagi berbagai kalangan dan sebagian besar kalangan muda terutama.Juga akses internet sekarang jauh lebih mudah di dapat dengan banyak bertebarannya warnet, sekolah yang banyak menyediakan sarana dan memberikan pelajaran seputar dunia internet. Juga kecanggihan teknologi smartphones, gadget dan akses internet dari rumahpun sekarang bisa didapat dengan mudah dan dengan biaya yang relatif murah. Internet seolah-olah seperti sebuah pintu, yang ketika kita melewatinya, akan terbentang berbagai macam hal dari seluruh belahan dunia.

 
Copyright © welcome